Pelatihan IMPACT (Indonesian Movement for Plantation and Human Rights Transformation) untuk Masyarakat Sipil

impact-berita-2

impact-berita-2Pelatihan IMPACT (Indonesian Movement for Plantation and Human Rights Transformation) untuk Masyarakat Sipil

Meningkatnya permintaan minyak dan lemak nabati di dalam negeri maupun internasional menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam hal luas perkebunan maupun produksi kelapa sawit. Kondisi ini membuat industri sawit memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun demikian, pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan secara serampangan juga menimbulkan dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun hak asasi manusia. Kebakaran hutan dan lahan, konflik agraria yang berkepanjangan dan eksploitasi buruh merupakan dampak-dampak negatif yang muncul dari pembangunan perkebunan kelapa sawit yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan hak asasi manusia.

Kuatnya persinggungan industri perkebunan kelapa sawit dengan isu lingkungan dan hak asasi manusia seharusnya direspon oleh Negara dan Perusahaan dengan mengantisipasi dampak-dampak negatif yang mungkin terjadi dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Prinsip-Prinsip Panduan PBB untuk Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UN Guiding Principles on Business and Human Rights/UNGP) yang memandatkan kepada Negara dan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam mempromosikan dan menghormati HAM.

Beberapa mekanisme penyelesaian konflik pun telah dibangun untuk memitigasi dampak-dampak yang mungkin timbul dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit, seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) serta mekanisme-mekanisme lainnya yang dapat dijadikan alternatif advokasi hak asasi manusia, baik mekanisme di tingkat negara maupun pasar. Oleh karenanya, ELSAM akan mengadakan serial Pelatihan IMPACT (Indonesian Movement for Plantation and Human Rights Transformation Training) bagi masyarakat sipil pada tanggal 20-24 Februari 2017. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan penguatan kapasitas masyarakat sipil dalam melakukan pembelaan dan advokasi hak-hak masyarakat yang terdampak pembangunan perkebunan kelapa sawit. Pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu para aktivis untuk memiliki pemahaman mengenai hak asasi manusia serta mekanismenya baik di tingkat Internasional, regional dan nasional sehingga dapat digunakan dalam memfasilitasi masyarakat dalam mengakses keadilan.

KURIKULUM DAN METODE PELATIHAN

Selama pelatihan ini peserta akan mempelajari:

  1. Prinsip dan Konsep Dasar HAM;
  2. Konsep dan Instrumen Bisnis dan HAM;
  3. Mekanisme HAM Nasional dan Internasional;
  4. Resolusi Konflik berbasis Negara dan Non Negara;
  5. Mekanisme Pengaduan Non Negara dalam kerja-kerja advokasi isu perkebunan (OECD, RSPO, CAO-IFC, ISPO)

Pelatihan selama 5 hari ini menggunakan metode pendidikan orang dewasa berbasis partisipatif aktif  peserta dengan komposisi materi (40%) serta diskusi dan simulasi (60%).

PESERTA

Peserta adalah mereka yang bekerja di organisasi masyarakat sipil, terutama di wilayah Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi, Papua Barat, Papua dan Jabodetabek. Peserta dalam pelatihan ini dibatasi maksimal 20 orang, dengan mempertimbangkan perimbangan gender dan wilayah.

Kriteria Peserta

  1. Memiliki pengalaman bekerja minimal 2 (dua) tahun dalam melakukan advokasi hak asasi manusia atau pengorganisasian masyarakat terdampak industri perkebunan;
  2. Memiliki keinginan kuat untuk belajar;
  3. Memiliki komitmen untuk mengikuti seluruh sesi pelatihan;
  4. Bersedia menerapkan hasil pelatihan di organisasi masing-masing.

PROSES SELEKSI

Setiap calon peserta akan mengikuti 2 (dua) tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi dan wawancara.

Pendaftaran: 10 – 31 Januari 2017
Proses Seleksi (Administrasi dan Wawancara): 1 – 7 Februari 2017
Pengumuman Seleksi: 8 Februari 2017
Pelaksanaan Pelatihan: 20 – 24 Februari 2017

PERSYARATAN PENDAFTARAN

  1. Mengisi Form Pendaftaran yang dapat diunduh di sini
  2. Fotocopy identitas diri
  3. Surat ijin mengikuti pelatihan IMPACT untuk masyarakat sipil dari pimpinan lembaga/institusi tempat bekerja
  4. Surat referensi dari Direktur/Pimpinan Organisasi/Lembaga yang saat ini anda bekerja dan 1 (satu) referensi nama yang mengetahui kegiatan saudara selama ini
  5. Tulisan singkat sebanyak 400 – 500 kata mengenai pengalaman dalam melakukan advokasi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia dalam konteks bisnis dan HAM, khususnya isu perkebunan. Spasi 1,5; jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf (font) 12

Seluruh persyaratan pendaftaran dikirim melalui email [email protected] atau dapat dikirim melalui pos/fax dengan alamat:

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
Jl. Siaga II No 31, Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta Selatan – 12510
Telp: 021-7972662, 79192564; Fax: 021-79192519

INFORMASI LENGKAP

Untuk informasi lebih lengkap mengenai pelatihan IMPACT dapat menghubungi Sdri. Icha melalui email [email protected] dan Sdri. Sekar melalui email [email protected]

share on:

1 comment

  1. Selamat sore…
    Kami dari Jaringan aktivis lingkungan, berkantor di Balikpapan Kalimantan Timur, baru dapat info ttg adanya Impact training ini.

    apakah pendaftaran peserta masih terbuka?
    trimakasih.

Leave a Response