High Panel Meeting: Langkah Awal Komitmen Pemerintah untuk Mengadopsi Rencana Aksi Nasional Bisnis dan HAM dalam Kebijakan

20160915_high-panel-meeting

ELSAM, Jakarta – Sebagai bagian untuk meneguhkan kembali komitmen pemerintah agar mengimplementasikan Prinsip-Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan HAM (UNGP) melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang Bisnis dan HAM, Komnas HAM bersama ELSAM menggelar High Panel Meeting bersama sejumlah perwakilan pemerintah pada Kamis (15/09) lalu.

Sebelumnya, Komnas HAM dan ELSAM telah beberapa kali menggelar konsultasi publik di kalangan masyarakat sipil dan kalangan bisnis.

Dalam High panel meeting tersebut, anggota komisioner Komnas HAM Nurkholis memaparkan latar belakang pentingnya penyusunan RAN Bisnis dan HAM. “Keberadaan RAN Bisnis dan HAM merupakan manifestasi dari komitmen politik pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip (Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM – red) tersebut,” ujar Nurkholis yang juga merupakan Special Rapporteur Bisnis dan HAM. Menurutnya, dideklarasikannya Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM di Jenewa untuk mencegah serta menyelesaikan dampak negatif dari kegiatan bisnis, khususnya terkait hak asasi manusia.

Ada 10 negara yang telah yang telah memiliki RAN Bisnis dan HAM, seperti Inggris, Belanda, Denmark, serta tujuh negara lainnya. Untuk itu, Nurkholis mendesak agar pemerintah Indonesia mengikuti jejak kesepuluh negara yang telah memiliki RAN Bisnis dan HAM tersebut.

“Komnas HAM berinisiatif untuk menyusun RAN Bisnis dan HAM untuk implementasi UNGP di Indonesia dan memasukkannya dalam hukum nasional Indonesia,” lanjutnya.

Terkait pengadopsian prinsip-prinsip tersebut ke dalam norma hukum Indonesia, Nurkholis mengungkapkan jika Kemenlu atau Kemenkumham setuju untuk menjadi host, maka perlu dibahas apakah nantinya RAN Bisnis dan HAM ini akan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah ada di kementerian masing-masing atau dijadikan instrumen hukum tersendiri.

Penulis: Adzkar Ahsinin
Editor: Ari Yurino

share on:

Leave a Response