Menggalang Dukungan Kalangan Bisnis Melalui Konsultasi Publik Rencana Aksi Nasional tentang Bisnis dan HAM

20160428_143413 (4128x2322)

ELSAM, Jakarta – Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang Bisnis dan HAM dapat dijadikan instrumen kebijakan yang dapat dikembangkan oleh negara untuk mengantisipasi dampak negatif operasional suatu entitas bisnis. Hal ini diungkapkan Direktur Eksektif ELSAM Wahyu Wagiman dalam kegiatan Konsultasi Publik RAN tentang Bisnis dan HAM untuk sektor sektor bisnis di Jakarta pada Kamis (28/4).

Keterlibatan sektor bisnis menjadi sangat strategis dalam penyusunan RAN tentang Bisnis dan HAM, karena merekalah yang akan menjadi subyek yang diatur dalam kebijakan tersebut. Keterlibatan sektor bisnis ini juga merupakan para syarat penting untuk melegitimasi RAN tentang Bisnis dan HAM, sekaligus untuk menempatkan relasi negara dan bisnis menjadi prioritas kebijakan.

Menurut Komisioner Komnas HAM Nurkholis, saat ini relasi antara korporasi dengan masyarakat tidak setara. Untuk itu, menurutnya, RAN tentang Bisnis dan HAM dapat berperan menjadi jembatan titik temu antara entitas bisnis dengan hak asasi manusia. Nurkholis juga menyampaikan adanya manfaat secara ekonomi apabila perusahaan mempertimbangkan nilai-nilai hak asasi manusia.

Dalam Konsultasi Publik tersebut, peserta mengapresiasi langkah Komnas HAM dan ELSAM yang melibatkan komunitas bisnis dalam penyusunan RAN tentang Bisnis dan HAM. Para peserta juga mengungkapkan sejumlah isu dalam Konsultasi Publik tersebut, misalnya terkait ongkos produksi (costly) yang tidak bisa diprediksi akibat regulasi yang tidak jelas, isu HAM dan lingkungan yang bisa berdampak pada kesinambungan perusahaan, isu HAM dan persaingan dagang, masih adanya tumpang tindih wilayah (lahan) kelola, serta adanya nilai tambah (value added) jika investor mempertimbangkan dimensi hak asasi manusia dalam operasionalnya.

Para peserta juga menyampaikan pentingnya riset yang mendalam mengenai substansi-substansi yang perlu diintegrasikan ke dalam RAN tentang Bisnis dan HAM dari persepsi bisnis. Mereka juga meminta kalangan bisnis lebih dilibatkan dalam penyusunan RAN tentang Bisnis dan HAM tersebut.

Sebelumnya, Komnas HAM bersama ELSAM telah menggelar beberapa konsultasi publik di beberapa wilayah sejak akhir 2015. Konsultasi Publik terakhir digelar di Jakarta pada April lalu.

Penulis: Adzkar Ahsinin
Editor: Ari Yurino

share on:

Leave a Response