Koperasi Gemah Ripah: Solidaritas Sosial dan Ekonomi Korban Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

20160318_Koperasi

ELSAM, Jakarta – Semangat koperasi adalah gotong royong dan solidaritas. Hal ini diungkapkan aktivis gerakan koperasi Suroto dalam Rapat Anggota Koperasi Gemah Ripah di kantor ELSAM pada Jum’at (18/3).

Di depan puluhan anggota koperasi Gemah Ripah yang menghadiri Rapat Anggota, Suroto menekankan pentingnya solidaritas dalam menjalankan koperasi. “Koperasi adalah tempat bersolidaritas karena di sana masing-masing berkontribusi dengan cara menyimpan uang yang selanjutnya dapat dipinjam oleh anggota yang membutuhkan,” ujarnya.

Koperasi Gemah RIpah, yang didirikan pada Juli 2012, ini sendiri merupakan sebuah upaya dari penyintas peristiwa pelanggaran HAM masa lalu untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi para penyintas. Anggota koperasi Gemah Ripah terdiri dari para penyintas peristiwa 1965, peristiwa Mei 1998, peristiwa Tanjung Priok 1984, peristiwa Talangsari 1989 serta individu-individu dan anggota masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap gerakan korban pelanggaran HAM masa lalu.

Rapat Anggota Koperasi Gemah Ripah dibuka oleh ibu Miryam Nainggolan selaku pengawas koperasi Gemah Ripah sekaligus ketua Gugus Kerja Penguatan Korban di Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK). Koperasi Gemah Ripah saat ini merupakan salah satu unit kerja di bawah gugus kerja KKPK tersebut. KKPK sendiri merupakan sebuah aliansi organisasi-organisasi masyarakat sipil dan beberapa individu yang mengadvokasi upaya penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu di Indonesia.

Dalam laporan perkembangan koperasi serta keuangan, ketua Koperasi Gemah Ripah, ibu Wanmayetti mengungkapkan ada sejumlah perkembangan yang cukup di dalam koperasi, seperti adanya peningkatan jumlah anggota koperasi, yang awalnya hanya berjumlah 22 orang, namun saat ini meningkat menjadi 144 orang. Selain itu, juga ada peningkatan Sisa Hasil Usaha, yang di tahun 2013 hanya Rp 1.734.953,- menjadi Rp 3.302.618,- pada tahun 2015. Simpanan anggota juga mengalami peningkatan, yang di tahun 2013 hanya Rp 25.450.000,- menjadi Rp 31.290.000,- pada tahun 2015. “Jumlah simpanan anggota tahun 2015 merupakan modal yang paling besar yang dikelola oleh koperasi,” ujarnya.

Namun dana simpanan saat ini memang disadari masih sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi lainnya. Anggota koperasi Gemah Ripah sebagian besar merupakan perempuan-perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi pedagang kecil. Untuk itu, keberadaan koperasi sangat dirasakan manfaatnya untuk menambah modal usaha.

Terkait hal itu, Suroto memberi semangat kepada anggota koperasi Gemah Ripah untuk meningkatkan jumlah dana simpanan anggota. “Saya menantang Koperasi Gemah Ripah untuk melipatgandakan simpanan anggota menjadi dua kali lipatnya untuk tahun depan,” ujar Suroto yang disambut semangat anggota koperasi.

Penulis: Ester Rini Pratsnawati
Editor: MIftah Fadhli dan Ari Yurino

share on:

Leave a Response